Suspended Account

My primary blog, rizqifahma.com is currently not online due to suspension. It is not due to any other major case, like ToS violation, it is just because I haven’t renew my hosting package yet. Unfortunately, for this moment I couldn’t pay my hosting renewal cost via PayPal, so it would take time for me to wait until my sister has a chance to do the jop for me.

Will be writing here for a while until my primary blog is back online again.

Iklan

Ingin Menulis Lagi, Tapi

Ada beberapa ide yang sempat muncul dalam kepala saya, yang cukup potensial untuk dituangkan dalam tulisan. Tulisan yang bukan tulisan yang berat untuk dibaca, dan sebenarnya bukan untuk dibaca banyak orang.

Beberapa hal yang menurut saya cukup menarik untuk ditulis, adalah tentang kesibukan saya belakangan ini. Yang menurut saya sebenarnya tidak lah penting untuk diketahui orang-orang. Semacam pelit kah saya untuk berbagi hal-hal seperti itu? Ah, tidak juga.

Hal lain yang menarik sekaligus menantang untuk ditulis, adalah mengenai keluhan-keluhan yang biasa atau jarang muncul karena satu dan lain hal. Mungkin bisa menimbulkan kelegaan sesaat setelah “mencurhatkannya”, tapi sadarlah kalau itu bukan hal yang baik untuk dipublikasikan dengan alasan dampaknya untuk jangka panjang. Keluhan seperti apa? Seperti kelakuan jaringan internet misalnya, atau mungkin karena kelakuan makhluk-makhluk kasat mata yang lain.

Lalu kemudian apa lagi yang menarik untuk dituliskan? Yang menyenangkan bagi sebagian orang, atau bahkan sebaliknya? Adalah mengenai perasaan. Tidak semudah menyebutkan satu kata itu saja untuk menuliskan beberapa kalimat turunannya. Tapi, entahlah, saya belum punya kemauan yang cukup kuat, sekaligus belum merasa terdesak untuk menulis dan tetap membagikannya untuk orang-orang.

Dan kemudian yang terjadi adalah, menutup tab “New Post”, dan menyimpan konsep-konsep tulisan dalam kepala, dan atau melupakan sekaligus menghapus keinginan itu.

Kehilangan dalam Lebaran Kali Ini

Alhamdulillaah, tahun ini saya masih bisa merayakan hari Idul Fitri bersama keluarga. Saya juga menjalankan ibadah puasa sejak hari pertama juga bersama kedua orang tua, which is mungkin tahun depan akan agak sulit terulang. Saya berusaha sesempat dan selama mungkin bersama keluarga belakangan ini, ya karena pertimbangan itu tadi, kemungkinan tahun depan akan berbeda.

(Sepuluh menit memikirkan bahan untuk peragraf kedua ini)
(Daripada lama-lama, langsung saja yaaah…)

Saya merasa kehilangan.
Wanita itu sungguh berarti buat saya. Dan pastinya saya tidak akan menjadi seperti ini kalau bukan karena dia.

Dia telah tiada. Untuk selamanya.
Dia yang mengajarkan saya sala satu sumber kebaikan sudah tidak lagi ada.

Guru mengaji saya telah berpulang ke Rahmatullah. Dalam usia lebih dari seratus tahun. Tepat pada hari lebaran tahun ini.
(I am seriuos!)

Tidak ada satu huruf Arab/ Al Qur’aan yang saya baca tanpa jasa beliau.
Terlepas dari kerasnya didikan beliau, saya tetap menjaga rasa hormat saya kepada beliau. Dan tentu saja rasa terima kasih yang sangat banyak terhadap jasa beliau.

Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT, dan tak terputus amal jariah untuk beliau dari kami-kami yang pernah didik oleh beliau.

10 Hari Ini

Sudah 10 hari saya tidak bisa kemana-mana selain untuk keperluan penyembuhan. Iya, saya masih sedang dalam masa pemulihan kondisi setelah mengalami sakit cacar. Saya terkena cacar lebih dari seminggu yang lalu, setelah mengalami gejala berupa demam dan sakit kepala yang cukup menyiksa.

Banyak agenda yang batal karena sakit yang saya derita ini. Saya terpaksa harus membatalkan keikutsertaan saya ke beberapa negara (Malaysia, Singapura, dan Thailand) dalam rangka ekskursi. Melayanglah uang beberapa juta rupiah karena batal berangkat. Ini membuat saya frustrasi, bagaimanapun. Namun, pasti ada hikmah yang bisa saya petik. Apakah hikmahnya? Salah satunya adalah kesabaran. Dan yang lainnya, masih menjadi misteri dari Tuhan.

Agenda lain yang tidak sempat saya lakukan adalah… Menghadiri resepsi pernikahan teman. Selagi saya ada disini, seharusnya saya bisa menghadiri resepsi pernikahan teman saya yang menikah bulan ini. Tapi, kau tahu kawan, tidak mungkin saya ke pesta pernikahan dengan kondisi seperti ini.

Beruntung, karena saya sudah berada di rumah kedua orang tua saya. Setelah hampir setahun merantau ke kota lain yang jauh dalam rangka kuliah S2. Dua hari setelah ketibaan saya, saya kolaps dan positif cacar. Saya sempat termenung membayangkan betapa banyak hal yang sudah saya rencanakan sebelumnya menjadi batal begitu saja.

Dihari yang kesepuluh ini, Alhamdulillaah kondisi saya sudah mengalami kemajuan yang cukup baik. Sebagian besar bintik cacar saya sudah kering, dan mulai mengelupas. Walaupun sebenarnya saya masih sangat sedikit “terpukul” karena bintik-bintik yang jumlah nya ratusan ini akan meninggalkan bekas pada permukaan kulit saya, termasuk wajah tentu saja. Uh… *take a very deep breath…

Secara fisik, saya juga sudah mulai agak baikan, dalam artian sudah tidak merasa selemas beberapa hari yang lalu. Saya berharap sisa-sisa bintik cacar yang masih ada bisa segera sembuh dan saya bisa melakukan aktifitas-aktifitas outdoor, seperti bersepeda dan bermotor.

Banyak hal yang menanti untuk dikerjakan, dan saya juga tidak sabar untuk bertemu dengan teman-teman setelah lama tak bersua.